Industri alat permainan

Berikut ini adalah beberapa alat permainan dari Indonesia :
 
Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak sesuai usia dan tingkat perkembangannya dan juga berguna untuk pengembangan aspek fisik, bahasa, kognitif dan sosial anak.
Pengembangan aspek fisik dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak, seperti belajar berjalan atau merangkak, naik turun tangga dan bersepeda.  Pengembangan bahasa dilakukan dengan melatih bicara dan menggunakan kalimat yang benar.  Pengembangan aspek kognitif dilakukan dengan pengenalan suara, ukuran, bentuk, warna obyek dan lain-lain.  Sementara pengembangan aspek sosial dilakukan dengan cara berhubungan dan berinteraksi dengan orang tua, saudara, keluarga dan masyarakat.
Untuk memberikan stimulus dalam berbagai aspek perkembangan, maka diperlukan alat permainan yang bervariasi.  Permainan yang monoton membuat anak merasa bosan atau jenuh.  Dengan aktivitas bermain yang bervariasi diharapkan ada keseimbangan antara bermain aktif dan bermain pasif, misalnya seperti bermain pasir perlu disertai dengan aktivitas otot seperti bermain tali, naik sepeda dan lain-lain.
Bermain aktif merupakan aktivitas bermain yang membuat anak memperoleh kesenangan dari apa yang dilakukannya, misalnya :
  1. Mengamati atau menyelidiki (exploratory play), misalnya memeriksa, memperhatikan, mencium, menekan dan kadang berusaha membongkar alat permainan.
  2. Membangun (construction play), misalnya berusaha untuk menyusun balok-balok menjadi bentuk rumah, mobil dan lain-lain.
  3. Bermain peran (dramatic play), misalnya bermain sandiwara, rumah-rumahan dan boneka.
Bermain pasif merupakan  suatu hiburan atau kesenangan yang diperoleh dari orang lain.  Dalam hal ini, anak berperan pasif dengan melihat atau mendengar saja.  Misalnya melihat gambar, mendengarkan cerita, menonton televisi dan lain-lain.

Anak yang melakukan aktivitas bermain, baik aktif maupun pasif, hendaknya didampingi orang tua agar anak memperoleh penjelasan mengenai hal-hal yang belum diketahuinya.  Hal ini juga dapat mendekatkan hubungan antara orang tua dengan anak.
Agar orang tua dapat memberikan alat permainan yang edukatif pada anaknya, syarat-syarat berikut ini perlu diperhatikan :
1.  Keamanan.
Alat permainan untuk anak dibawah 2 tahun hendaknya tidak terlalu kecil, bahan tidak beracun, tidak ada bagian yang tajam dan tidak mudah pecah.  Hal tersebut karena pada usia ini anak kadang-kadang suka memasukkan benda ke dalam mulutnya.
2.  Ukuran dan berat.
Prinsipnya, mainan tidak membahayakan dan sesuai dengan usia anak.  Namun, apabila mainan terlalu besar atau berat maka anak akan sukar menjangkau atau memindahkannya.  Sebaliknya, bila terlalu kecil maka mainan akan mudah tertelan.
3.  Desain.
Alat Permainan Edukatif (APE) sebaiknya mempunyai desain yang sederhana dalam hal ukuran, susunan dan warna serta jelas maksud dan tujuannya.  Selain itu, Alat Permainan Edukatif (APE) hendaknya tidak terlalu rumit agar menghindari kebingungan anak.
4.  Fungsi yang jelas.
Alat Permainan Edukatif (APE) sebaiknya mempunyai fungsi yang jelas untuk menstimulasi perkembangan anak.
5.  Variasi.
Alat Permainan Edukatif (APE) sebaiknya dapat dimainkan secara bervariasi (dapat dibongkar pasang), namun tidak terlalu sulit agar anak tidak frustasi dan tidak terlalu mudah agar anak tidak cepat merasa bosan.
6.  Universal.
Alat Permainan Edukatif (APE) sebaiknya mudah diterima dan dikenali oleh semua budaya dan bangsa.  Jadi dalam menggunakannya, Alat Permainan Edukatif (APE) mempunyai prinsip yang bisa dimengerti oleh semua orang.
7.  Tidak mudah rusak, mudah diperoleh dan harganya terjangkau.
Posted 25th October 2012 by

MESIN - MESIN UNTUK ALAT PERMAINAN :


Comments