INDUSTRI PAKAIAN‎ > ‎

Industri tenun

Proses Pembuatan
Untuk memulai proses pembuatan produk kain tenun ikat baik itu yang bermotif batik, grinsing dan juga misris dibutuhkan kesiapan yang matang. Dalam beberapa proses pembuatan sengaja ditampilkan demi menunjang pengetahuan konsumen ataupun calon konsumen produk kain tenun.
 
pengikatan motif sebelum di tenun
pengikatan motif sebelum di tenun
penataan motif
penataan motif
proses penenunan - ditenun
proses penenunan – ditenun
Langkah pertama, pada awal proses produksi kain tenun ikat khas Troso ini biasanya dimulai dari penyusunan benang yang ditata rapi berjajar yang lebarnya sampai 180cm. Proses demikian dalam bahasa jawa biasa dengan “Ngeteng Plangkan”.
  • Langkah kedua yaitu ‘nali’ atau ‘Gosok’. Pada proses ini, benang yang sudah ditata rapi sedemikian rupa dengan dikaitkan pada Plangkan (-rangkaian kayu membentuk kotak), maka dilakukanlah proses ‘ Nali’ atau mengikat motif dengan tali rafia. Namun ditahun 2011 ini muncul gagasan ide baru dalam proses ‘nali’ ini, gagasan itu adalah “Gosok kain tenun’. proses gosok kain tenun merupakan proses pembuatan motif kain tenun sebelum dilakukan penenunan. Biasanya para perajin kain tenun ikat di desa Troso menggunakan cairan wenter sebagai bahan warnanya.
  • Langkah ketiga, yakni proses penataan motif. Setelah dilakukan proses pewarnaan motif pada benang yang akan ditenun, maka proses selanjutnya adalah penataan motif. Hal demikian dilakukan untuk mengurutkan motif agar sesuai alur saat di tenun. Biasanya proses ini dilakukan oleh para ahli penata motif tenun.
  • Langkah keempat adalah proses penenunan, pada proses inilah bentuk kain tenun dapat dilihat hasilnya. Dengan menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), perajin kain tenun ikat Troso biasanya mampu menghasilkan 10 sampai 15 meter kain tenun perhari
Comments